![]() |
Doc. Internet |
duniahalimah.com--Malam ini aku belajar menggunakan Maono AU-AM200. Sebuah merek audio professional yang digunakan dalam kebutuhan podcast, live streaming, maupun rekam video.
Sebetulnya, aku telah mencoba mempelajarinya sejak semalam. Berbekal menonton YouTube sekilas, langsung mempraktikkan di Maono--sebuah benda yang menurutku masih asing di depanku. Namun, rasa penasaranku tak bisa dibendung.
Satu persatu port (colokan) aku coba. Sayangnya sudah larut malam, akhirnya kuputuskan untuk istirahat.
![]() |
Doc. Pribadi |
Malam ini selepas berbuka, rasa penasaran kembali datang. Kubuka kotak hitam perpaduan kuning itu dan mengeluarkan Maono. Kutekan tombol power, seketika seluruh tombolnya berwarna hijau--tanda aktif.
Lalu, kucoba menyambungkan microfon di port Mic 1, headset di port headset, dan mulai berbicara. Sungguh, aku berhasil.
Tak berhenti sampai di situ, aku menekan tombol-tombol di Maono berbekal ingatan menonton YouTube semalam. Fitur-fiturnya keren, ada pengubah suara, setting music, mengurangi kebisingan, dan masih banyak lagi efek lain seperti tepuk tangan.
Aku mencoba menyambungkan Maona ke HP melalui bluetooth. Apa yang terjadi? Aku mendengar suara YouTube itu di headset dan suaraku dari microfon terdengar jelas.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Maono mati. Aku berpikir bahwa ia butuh di charger. Ku coba menggunakan USB C yang sudah disediakan.
![]() |
Doc. Pribadi |
Menurut keterangan yang aku dapatkan di buku panduan, kalau pun Maono sedang mode off, masih bisa di charger. Akhirnya, aku memilih mencukupkan penasaranku dan segera berangkat tarawih.
Selesai sholat Isyak, kembali melihat Maono dan ternyata aku belum berhasil men-charger. Terbukti indikator menunjukkan warna hijau masih saat dihidupkan.
Mendapatinya, aku mencari video tutorial atau review Maono. Sayangnya belum kutemukan penjelasan tentang cara men-chargernya.
Entah wangsit darimana, aku mencoba mengganti USB C yang kugunakan dengan USB C yang kabelnya lebih panjang. Siapa sangka itu berhasil dan Maononya menampilkan proses charging.
Seketika aku bersyukur dan menemukan sebuah kalimat ini,
"Berhenti membatasi diri untuk belajar sesuatu".
Apa pun latar belakang pendidikanmu, bukan alasan untuk membatasmu belajar sesuatu yang baru. Bila kamu ingin mencoba hal baru, maka cobalah-dengan catatan itu positif🤗
Terkadang, aku berpikir, "Apa karena dulu pernah menjadi siswa Teknik Komputer dan Jaringan sehingga cukup tertarik dengan kecanggihan teknologi?"
Namun, itu tak masalah. Pada akhirnya makin bertambah usia zaman, kecanggihan teknologi juga bertambah, dan ikhtiar kita sebagai manusia ialah terus beradaptasi dengan perubahan agar bisa bertahan.
Baca Juga Energi Positif untuk Menyembuhkan Diri Sendiri
0 Comments